PELAJARAN

TERNAK KAMBING

PENDAHULUAN :

Ternak kambing sudah lama diusahakan oleh petani atau masyarakat sebagai usaha sampingan atau tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi (baik daging, susu, kotoran maupun kulitnya) relatif mudah. Meskipun secara tradisional telah memberikan hasil yang lumayan, jika pemeliharaannya ditingkatkan (menjadi semi intensif atau intensif), pertambahan berat badannya dapat mencapai 50 – 150 gram per hari. Setiap  komponen  kambing  mempunyai  nilai  pasar tersendiri al :

  1. Kambing  –  sebagai  komodity perniagaan,  daging, dan binatang peliharaan
  2. Susu kambing
  3. Kulit dan bulu kambing – kerajina tangan, tekstil
  4. Tanduk kambing – kerajinan tangan.
  5. Usus – benang jahitan pembedahan.
  6. Tinja – pupuk organik.

Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam usaha ternak kambing, yaitu: bibit, makanan, dan Proses Pelaksanaan Peternak.

  1. 1.       BIBIT

Pemilihan bibit harus disesuaikan dengan tujuan dari usaha, apakah untuk pedaging, atau perah (misalnya:  kambing kacang untuk produksi daging, kambing etawah untuk produksi susu, dll). Secara umum ciri bibit yang baik adalah yang berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan

Ciri untuk calon induk:

1)      Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk.

2)      Jinak dan sorot matanya ramah.

3)      Kaki lurus dan tumit tinggi.

4)      Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atas dan bawah rata.

5)      Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang muda.

6)      Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah.

Ciri untuk calon pejantan :

1)      Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido (nafsu kawin) tinggi.

2)      Kaki lurus dan kuat.

3)      Dari keturunan kembar.

4)      Umur antara 1,5 sampai 3 tahun

  1. 2.       MAKANAN

Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu

  1. Makanan hijauan (berbagai jenis rumput) dan
  2. Makanan kering / tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin, mineral, dedak  padi dan lain lain).

Cara pemberiannya :

1)   Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10% dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 – 2,5 liter per ekor per hari, dan garam berjodium secukupnya.

2)   Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 – 1 kg/ekor/hari.

  1. 3.       PROSES PELAKSANAAN PETERNAK

Proyek penternak kambing dibagikan menjadi 5 komponen utama iaitu

1)   Perancangan proyek.

2)   Pembangunan perumahan dan kandang kambing.

3)   Makanan ternak.

4)   Pengurusan ternak

5)   Pemasaran

PENJELASAN

1)      Perancangan proyek.

Parameter-parameter  berikut  adalah  penting  untuk  digunakan  di  dalam merancang dan memantau perkembangan projek penternak kambing.

  1. Keperluan keluasan seekor kambing  1,25 meterpersegi
  2. Berat lahir   1.5 – 1.8 kg  1.2 – 1.8 kg
  3. Umur kematangan  9 bulan  6 bulan
  4. Berat matang  28 – 32 kg  18 -23 kg.
  5. Kenaikan berat badan 100gram hingga 250 gram sehari.
  6. Perbandingan  pejantan dan betina  1 : 15/20
  7. Usia Sapih  2 – 4 bulan atau
  8. Berat Sapih  12 – 15 kg
  9. Usia pembiakan pertama  jantan 18 – 20 bulan, betina 15-20 bulan
  10. Siklus masa birahi kambing setiap 21 hari
  11. Lama kehamilan kambing  147 – 150 hari ( 5 bulan )

2)      Pembangunan perumahan dan kandang kambing.

Terdapat berbagai  jenis, bentuk dan  rupa  rumah  serta  kandang  kambing. Setiap model kandang mempunyai  kelebihan  dan  kekurangan  masing-masing.  Namun demikian,  setiap  kandang perlu memperhatiakan kaedah dan fungsi dari kandang tersebut, apakah kandang itu sebagai kandang pembesaran, kandang untuk melahirkan, kandang untuk breeding atau proses perkawinan alami dan lain-lain. Yang terpenting adalah bentuk kandang akan memudahkan dalam pelaksanaan pemeliharaan binatang tersebut serta mempermudahkan  pekerja dalam  pengurusan  harian  yang dilakukan serta disesuaikan dengan biaya yang ada.

3)      Makanan  

Kelangsungan peternak bergantung  kepada  kemampuan  untuk menyediakan makanan  ternak  yang  cukup  kandungan  nutrisinya  dan murah. Hal Ini  disebabkan oleh biaya pakan merupakan pos tertinggi dari siklus peternak mencapai 65 persen dari total biaya. Kenaikan harga bahan makanan ternak akan mempengarui dari keuntungan peternak itu sendiri, oleh karena itu pos pakan ternak harus di upayakan semurah mungkin. Untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Oleh karena itu deversivikasi ataupun pengembangan pakan ternak diperluakan sekali untuk meminimalkan harga pakan ternak. Yang terpenting pakan ternak tersebut memenuhi kebutuhan dari ternak tersebut antara lain: yang mengandungi  nutrisi  seperti  protein,  karbohidrat,  lemak,  vitamin  dan garam yodium. Kekurangan zat-zat ini di dalam makanan ternak akan membawa kepada masalah kesehatan di dalam jangka panjang. Setiap nutrisi pakan mempunyai fungsi yang tertentu. Zat protein diperlukan oleh badan untuk membina otot-otot yang kuat selain menjadi elemen penting di dalam  proses  pertumbuhan.  Karbohidrat  diperlukan  sebagai  tenaga. Demikian  juga dengan  lemak selain daripada berfungsi sebagai penambah berat daging, juga  berfungsi  sebagai  elemen  simpanan  untuk  digunakan  apabila  kekurangan karbohidrat. Vitamin merupakan  nutrisi yang penting walaupun  ia cuma diperlukan dalam jumlah yang  sedikit.  Kekurangan  vitamin menyebabkan beberapa fungsi sel dan organ berkurang, yang  dapat mengakibatkan penyakit kepada binatang.   Garam  yodium  yang  penting  seperti kalsium dan  fospor diperlukan untuk pertumbuhan tulang,  gigi dan  kesehatan binatang. Kekurangan  garam seperti  natrium  akan mengakibatkan keseimbangan binatang menjadi. Pemberian  garam  baik pada makanan atau minuman  dapat membantu kekurangan yang mungkin kurang pada sumber makanan tersebut. Air  adalah  antara  komponen  terbesar  di  dalam  badan  ternak.  70%  daripada badan  terdiri  daripada  air.  Oleh  yang  demikian,  adalah  wajar  supaya  ternak senantiasa diberikan sumber air minuman bersih sepanjang hari.

Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu Makanan hijauan dan Makanan kering. contoh  makanan hijauan seperti dibawah ini:

a)      Rumput gajah

b)      Rumput raja ( king Grass )

c)       lamtoro

d)      Centrosema (tanaman kekacang)

e)      Petai Belalang (Leucaena leucocephala)

f)       Kailendra

g)      dan lain lain

Selain  daripada  itu,  peternak  boleh  menggunakan  bahan-bahan  makanan seperti  tambahan yang berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin, mineral, dedak  padi dan lain lain.

4)      Pengurusan ternak

Secara  umum  pengurusan  ternak  bermula  dari  kelahiran cempe sampai proses pembiakan lanjut.  Mulai dari proses birahi, kehamilan dan  beranak  kembali serta pembesaran cempe.  Berikut  adalah proses pengurusan ternak:

  1. Proses kelahiran.
  2. Proses menyusui.
  3. Pembesaran cempe
  4. Proses Birahi
  5. Proses kehamilan

Berikut penjelasan dari proses tersebut diatas.

Selepas kelahiran, anak kambing mesti diberikan susu awal ataupun kolostrum. Pemberian susu ini adalah penting kerana susu awal kambing yang dihasilkan di sepanjang  3  hari  pertama  selepas  kelahiran  mengandungi  antibodi  yang diperlukan bagi ternak untuk melindungi dari serangan penyakit. Selain daripada itu kolostrum mengandungi zat protein yang  tinggi yang diperlukan oleh badan untuk  pertumbuhan. Pada  awalnya anak kambing akan kesulitan dalam mengisap susu indukanya, hal ini perlu di ajarkan walaupun biasanya secara alami akan dapat mengerti sendiri.  Sekiranya  anak kambing  lemah  atau  tidak  berbuat  sedemikian,  tindakan  memerah  dan menggunakan  botol  susu  atau  dot  perlu  dilakukan  untuk memastikan  anak kambing mendapatkan kolostrum secukupnya. Tali pusat anak kambing yang  panjang perlu dipotong sekurang-kurangnya setengah inci  dari  badan.  Betadin atau obat luka  perlu  diusapkan  pada  pusat yang bertujuan menghindari penyakit.  Di  masa  awal peringkat  kelahiran dalam  waktu 4 hingga 6 minggu pertama, makanan  yang secukupnya  perlu  disediakan  secara  langsung diberikan  kepada  induk  kambing.  Pembesaran cempe adalah  proses  anak  kambing  dipisahkan  daripada  nduknya.  Namun demikian, proses ini perlu dilakukan secara beransur-ansur. Pada ketika anak kambing berusia menghampir 3 atau 4 bulan,  sumber makanan  seperti  rumput atau dedaunan hijau diberikan secara sedikit demi sedikit. Selalunya pada usia  ini  anak  kambing  sudah  mulai  belajar  memamah  dedaun  hijau.  Pada lingkungan usia selewat 4 bulan, anak kambing sepatutnya sudah dipisahkan dari induknya. Anak kambing  jantan  yang mencapai usia 7- 9 bulan perlu dipisahkan daripada anak kambing betina. Hal ini bertujuan karena umur 7-9 bulan anak kambing jantan mulai mencapai kematangan seksual.  Perbandingan   kambing  jantan dan kambing betina ialah satu ekor jantan untuk 15 -20 ekor kambing betina. Untuk birahi alami biasanya satu kambing jantan di campur satu kandang dengan 15-20 ekor kambing betina. Proses ini sangat  penting  karena untuk menentukan jenis keturungan dan proses pemilihan pejantan yang baik. Pada saat kambing betina sudah hamil tua perlu dipisahkan dari kandang breeding, hal ini untuk memudahkan monitor saat mau terjadi kelahiran. Kambing-kambing  yang  gagal  menunjukkan prestasi yang baik harus segera dikeluarkan dari peternak dan dijual atau disembelih untuk daging. Pemilihan  dilakukan  berdasarkan  monitoring harian,  pengamatan  terhadap ternak  dan  dibantu  oleh data-data  yang  telah  dicatat  seperti berat  lahir, berat saat sapih cempe, kenaikan berat badan harian yang  tinggi,  jarak kelahiran,  beranak  kembar  dan  berat matang  yang  dicapai  dalam waktu yang singkat.

5)      Pemasaran

Pemasaran kambing biasanya disesuaikan dengan kondisi di sekitar peternak.

EDITING DAN COMPILED by HARIADI

Dari berbagai Sumber

TERIMA KASIH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s